8.28.2012

Seleksi Alam

Terinspirasi dari reff lagu perahu kertas yang begitu puitis.... Gue suka banget sama keindahan bahasa yang bisa ngebuat hati kita merasa terenyuh dan menjadi inspirasi.

Seleksi alam yang begitu singkat. Tapi berarti sekali bagi gue, dan seorang di sana.

Di antara beribu-ribu orang yang mau masuk 78, gue & dia kepilih untuk masuk. Lalu setelah masuk 78 di antara beratus-ratus yang ada, gue, dia, dan temen gue adalah 3 orang yang pulang naik kereta. Di antara 3 orang yang ada, dia yang kebetulan ada di kantin waktu gue bingung pulang naik apa karena hujan. Di antara beratus- orang yang ada dia adalah satu-satunya orang yang jarak rumahnya dengan rumah gue gak sampe 2km. Gue nemuin satu-satunya orang itu di antara beratus-ratus orang yang ada dengan jarak tempuh rumah-sekolah sekitan 30an km. Di antara sekian puluh km yang ada, jalur pulang kita sama. Di antara beribu-ribu anak tunggal di dunia ini, dia orang pertama yang gue ajak curhat-curhat tentang keluarga. Dan di antara semua orang di dunia ini baru dia yang bahkan bisa dibilang mau ngelakuin apapun buat gue.

Mungkin gue & dia sudah menemukan kebahagiaan yang berasal dari kita sendiri, yang selalu ada & bersama. Mungkin kita sama-sama berfikir kalo kita bukan yang terbaik, tapi dia tau kalau di antara semua orang ini belum tentu ada yang lebih baik dari dia untuk ngebuat gue ngerasa aman.

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Published with Blogger-droid v2.0.6

8.11.2012

Renungan

Gue belajar. Belajar ngehargain orang lain. Belajar ngehargain sesuatu yang gue punya. Apapun itu, termasuk waktu.

Orang bilang sma itu dinikmatin karena cuma 1 kali seumur hidup. Tapi mungkin penafsiran setiap orang berbeda. Oke lu nikmatin tapi jangan terjerumus. Untuk apa nikmatin sesuatu yang satu kali dalam seumur hidup dengan cara yang salah?

"Weh lu mau masuk mana ntar kuliah?"
"fk dooong"
"widiiih fk di mana?"
"UI lah"

Banyak pasti yang begitu. Tapi apa usaha mereka selain bicara dan nunggu malaikat lewat sambil ngomong "amin"? Sebesar apa usaha orang-orang yang ngomong kayak gitu?

Tugas cuma nyalin, ulangan doremi, ngerjain soal males, nyatet gak mood, gampang kepengaruh ini itu. Temennya a dia ikut a. Temennya z dia ikut z.

Kenyataannya sebagian besar orang-orang yang ngomong begitu gak berhasil menciptakan korelasi antara usaha, bakat, dan cita-cita.

Kalo emang gak suka biologi buat apa maksain fk?
Kalo emang gak suka kimia buat apa maksain fttm?
Kalo emang gak suka matematika buat apa maksain teknik?
Kalo emang gak suka fisika buat apa maksain arsitektur?

Bukan masalah berhasil masuk atau ngga, tapi masalah tekanan yang dihadapi ketika berhasil masuk. Berhasil masuk di jurusan yang bahkan kita gak bakat, tapi dipaksa.

Banggain orang tua sih iya. Tapi mbok ya jangan maksa. Jurusan lain selain yang banyak diincer itu juga bagus kok...

Masa sma itu cuma satu kali. Harus dinikmatin. Menurut gue gak gitu semboyannya.

Masa sma itu cuma satu kali. Makanya harus dimanfaatin.

Gue harus masuk jurusan yang baik lewat undangan karena gue gak mau nyusahin orang tua gue bayar di mandiri, dan gue jijik ngeliat soal snmptn tertulis.

Amin

Published with Blogger-droid v2.0.6